Jenengkuw Findy Fil A

Mencoba Memberi Informasi

Personil XI IPA 2 2010/2011

(Personil Putra) Dari pojok kiri atas : Did, Ko,
Dari pojok kanan baris kedua : Lex, Vic, Vian, Al, Dra, Ded, Kil
(Personil Putri) Dari pojok kiri : Din, Ris, Feb, Cit.
Dari Pojok kanan : Cik, Mil, Ek, Des, Fit, Iz, Iq
ndy_physics@yahoo.co.id
Read more

Sendiri


Sudah Mantab berjalan dari rumah,
sampai diruang kerja ditinggal sendiri..
tapi tetap harus semangat, biar hidup lebih baik...
semangat dan semangat untuk lebih baik
karena hidup ini tergantung oleh waktu 
yang terus mengubah dimensi ke dimensi lain
tapi apalah daya...
oleh karena itu, warnailah semangatmu dengan
berdo'a,berupaya serta berusaha 
untuk menjadi yang terbaik
dalam hidupmu (desi n cita)
Read more

12 Alasan Penyebab Mengapa Mahasiswa Tidak Lulus

Jika saya lihat dari hitungan hari (baca: alasan) ini, sebenarnya bukan salah sang mahasiswa bila ia tidak lulus ujian, karena belajar pun ia tidak sempat… Tahukah anda, setahun itu hanya terdapat 365 hari yang kita tahu sebagai tahun akademik siswa… Mari kita hitung!
1. Hari Minggu
52 hari dalam setahun. Anda pasti tahu bahwa hari minggu itu adalah hari istirahat. Hari tersisa tinggal 313.
2. Hari Libur (Nasional maupun internasional)
Kurang lebih terdapat 13 hari libur dalam setahun, misalnya tahun baru, natal, dsb… Hari tersisa tinggal 300.
3. Libur Kuliah
Jelas semua mahasiswa akan libur dan tidak akan kuliah. Biasanya sekitar 2 bulan lebih, anggaplah sekitar 60 hari. Hari tersisa tinggal 240.
4. Tidur Yang paling baik adalah 8 jam sehari untuk kesehatan, jadi 120 hari terpakai. Hari tersisa tinggal 120.
5. Beribadah
Paling tidak 1 sampai 2 jam perhari kita beribadah, kita alokasikan 25 hari dalam setahun. Hari tersisa tinggal 95.
6. Bermain
Hal yang paling baik untuk kesegaran dan kesehatan adalah bermain. Paling tidak memerlukan 1 jam sehari. Terpakai lagi 15 hari. Hari tersisa tinggal 80.
7. Makan
Sekurang-kurangnya selama satu hari kita habiskan 2 jam untuk makan atau minum, hilang lagi 30 hari. Hari tersisa tinggal 50
8. Berbicara
Jangan lupakan, bahwa manusia adalah mahluk sosial yang butuh berinteraksi dengan orang lain. Kita ambil 1 jam perhari untuk berbicara. 15 hari terpakai lagi. Hari tersisa tinggal 35.
9. Sakit
Kitapun bisa sakit, baik ringan maupun berat. Itupun `kalau’ sakit, paling tidak 5 hari dalam setahun sudah cukup mewakili. Hari tersisa tinggal 30.
10. Ujian
Ujian itu sendiri biasanya dilaksanakan selama 2 minggu per semester. Berarti, 24 hari sudah teralokasi untuk ujian. Hari tersisa tinggal 6.
11. Refreshing
Untuk menyegarkan pikiran, refreshing itu perlu. Nonton dan jalan-jalan paling tidak menghabiskan waktu 5 hari dalam setahun. Hari tersisa tinggal 1.
12. Ulang Tahun. Satu hari yang sisa itu khan HARI ULANG TAHUN….!!!
Masa’ harus belajar, sih?
sumber
Read more

Bila 'TERPAKSA'

Apa yang Harus Dilakukan?
Memang, kehidupan ini sarat misteri yang sulit untuk ditebak. Ada kalanya hari ini jadi milik kita, tetapi belum tentu hari esok tetap seperti itu. Tak seorang pun yang dapat terlepas dari cobaan rasa takut, kelaparan, kehilangan harta atau bahkan kehilangan orang-orang yang kita cintai.
Bila mengalami kenyataan hidup sebagai janda, sebagai Muslimah, bagaimana kita menyikapi takdir Ilahi ini? Berikut ini sedikit catatan atas persoalan rumah tangga (janda) yang luas dan kompklek.
Pertama, kelola kesedihan dan ujian ini dengan hati dan iman. Jadikan saat-saat sulit ini sebagai sarana lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT). Sabar dan ridha pada semua takdir Allah serta menyadari sepenuhnya, bahwa semua yang terjadi ini adalah berdasarkan ketentuan dan hikmah dari Allah SWT.
Jangan biarkan rasa sedih, cemas dan kekhawatiran menguasai hidup kita. Apalagi harus mengisolir diri dari lingkungan, memilih terus hidup dalam kesedihan dan batin yang tertekan. Hal tersebut bila terus dilakukan akan menguras energi, memupus semangat hidup dan menjerumuskan kita pada keputusasaan. Jika sudah begini, tak hanya batin yang menderita, fisik pun sengsara.
Ingatlah firman Allah SWT, ”…Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir,” (Yusuf [12]: 87).
Kedua, yakinlah status janda bukanlah aib, meskipun sebagian masyarakat masih menganggap demikian. Apalagi kalau ’si teteh atau mbak’ masih muda dan cantik, sehingga disebut ’janda kembang’, yang konon berpotensi menggaet suami orang. Anggapan seperti ini membuat hidup kita menjadi tidak nyaman di tengah-tengah masyarakat. Karena itu, pandai-pandailah membawa diri hingga citra miring tentang janda ’sebagai ancaman’ dapat sirna.
Tepislah citra miring itu dengan berperilaku baik dan hiasi diri dengan takwa. Jagalah diri dalam bergaul, tundukkan pandangan sehingga terhindar dari fitnah dan mudharat. Tak usah menyesali takdir. Sebab jodoh, maut dan rezeki adalah rahasia Allah SWT. Sebagai manusia kita hanya menjalani takdir sambil terus berikhtiar dan berdoa memohon kebaikan atas apa yang terjadi.
Ketiga, ikhtiar untuk menikah lagi, setelah masa iddah selesai. Ikhlaskan niat dan amal, ketika ada hasrat untuk menikah lagi. Niatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan karena ingin memenuhi nafsu semata. Karena nikah adalah setengah bagian dari agama. Dan pernikahan adalah kesucian jiwa dan raga.
Keempat, bersabarlah dalam melangkah. Sikap ikhlas harus dibarengi dengan kesabaran dan kebenaran. Demikian juga sebaliknya, keikhlasan bila tidak disertai dengan kesabaran yang terus menerus akan hilang maknanya. Karena proses pernikahan tidak seperti membalikan telapak tangan, terlebih bagi janda yang telah berumur dan beranak banyak. Iringi hari-hari nan sepi dengan berdialog dengan Allah melalui sabar dan shalat, ”…Mintalah pertolongan kepada Allah dengan kesabaran dan shalat.” (Al Baqarah [2]: 153).
Kelima, tetaplah optimis. Tak selayaknya seorang Muslim berputus asa dari rahmat Allah SWT. Bukankah Allah SWT tak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tak berusaha mengubahnya?
”…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Ar-Ra’ad [13]: 11).
Keenam, bekali diri dengan segala persiapan baik secara lahir maupun batin. Mungkin dengan memperbanyak komunikasi dengan para akhwat atau mengkomunikasikan kepada lelaki shalih, baik secara langsung atau dengan perantara. Karena pernikahan ini sangatlah tidak mudah, butuh waktu lama untuk mempersiapkannya. Pengalaman masa lalu bisa menjadi guru terbaik, sehingga dengannya mawas diri dan introspeksi diri.
Allah SWT berfirman, ”Dan apabila telah sampai ajal (batas akhir iddah) mereka, maka tidak ada dosa atas kalian (para wali) di dalam apa-apa yang mereka lakukan pada diri mereka sendiri.” (Al-Baqarah [2]: 234).
Ketujuh, poligami bisa menjadi pilihan. Mengingat kenyataan dan fitrah lelaki yang bisa mencintai lebih dari satu istri, alternatif ini bisa menjadi pilihan dan tak salah jika tawaran poligami ini diterima selama hubungan itu dalam kerangka syar’i, ada keterbukaan, kejujuran pada dua belah pihak dan jelas tujuannya. Jadi tak perlu takut dan minder dengan status menjadi istri kedua. Islam adalah agama solusi, lewat poligami bisa menjadi pemecahan masalah hidup dan rumah tangga menuju keridhaan dan surga-Nya.
Kedelapan, bertawakallah kepada Allah dan iringi doa kepada–Nya. Sikap atau sifat tawakal ialah sikap menyerahkan diri kepada Allah SWT tentang semua hasil, usaha dan ikhtiar yang telah dikerjakan dengan persiapan dan perencanaan yang matang dan jerih payah yang berat.
Allah SWT berfirman, ”….Barangsiapa mau pasrah (bertawakal) kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya (mendapatkan apa yang dia inginkan)…” (At-Thalaq [65]: 3).
Saudariku, jangan lagi bersedih dan resah. Dunia ini memang tempat berjuang. Masalah yang ada, adalah bumbu kehidupan beriring bersama waktu dan keteguhan imanmu. Bersemangatlah selalu, berdoa dan mintalah tolong pada Allah SWT. Lupakan yang lalu dan jadikan ibrah.
Seperti sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW), ”Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah tolong pada Allah, dan janganlah lemah. Apabila sesuatu menimpamu janganlah engkau mengatakan ’Andaikan aku mengerjakan begini niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah, ”Qadarullah wama sya’a fa’ala (Semua ini takdir Allah, Dia mengerjakan apa yang Dia kehendaki). ’Karena kata ’andaikan’ itu membuka pintu bagi amalan setan.” (Riwayat Muslim, Ibnu Majah, Ahmad).
Yakinlah kebahagian itu takkan hilang, dan jodoh adalah soal takdir, sibukanlah dengan aktivitas amal shalih. Berikhtiarlah terus, meski menentukan hasil adalah Allah SWT. Jemputlah kebahagiaan karena langkahmu masih panjang dan harapan kebahagiaan akan selalu menunggumu. *Karimah/Suara Hidayatullah MEI 2008 –Penulis baru dua bulan melepas masa jandanya, setelah tiga tahun dalam penantian sang suami.
Read more

Kaca Helm Lindungi Tentara dari Ledakan

Helm militer yang digunakan saat ini masih memberikan akses bagi daya ledakan untuk melakukan penetrasi melalui wajah. Menambahkan kaca helm pada helm standar militer, bisa membantu melindungi tentara dari cedera otak.

Kaca Helm Bisa Melindungi Tentara dari Ledakan
Helm Standar Tentara - Foto: FreeFoto

Penelitian baru yang memodelkan bagaimana gelombang kejut (shock wave) melewati kepala menemukan bahwa penambahan pelindung wajah bisa membelokkan porsi substansial ledakan yang jika tanpa pelindung tersebut akan dengan mulus menjangkau otak.

Studi ini merupakan bagian dari sejumlah besar penelitian baru untuk menghentikan cedera otak traumatis. Diperkirakan 1,5 juta orang Amerika menderita cedera otak traumatis ringan setiap tahun, dan hampir 200.000 anggota tentara terdiagnosa menderita cedera tersebut sejak tahun 2000, menurut Armed Forces Health Surveillance Center di Silver Spring, Maryland. Walaupun tubrukan langsung seperti membenturkan kepala jelas-jelas dapat mencederai otak, daya yang berlangsung ketika bahan peledak mengirimkan gelombang kejut melalui kepala lebih sulit untuk dikarakterisasikan.

Dalam studi tersebut, para peneliti yang dipimpin oleh Raúl Radovitzky dari MIT’s Institute for Soldier Nanotechnologies menciptakan model komputer terperinci kepala manusia termasuk lapisan lemak dan kulit, tengkorak, serta berbagai jenis jaringan otak. Tim tersebut memodelkan gelombang kejut dari sebuah ledakan yang diledakkan tepat di depan wajah dalam tiga kondisi: dengan kepala telanjang, dilindungi oleh helm yang sekarang digunakan dalam pertempuran, dan dilindungi oleh helm tersebut dengan tambahan pelindung wajah polikarbonat.

Hasilnya menunjukkan bahwa helm yang digunakan saat ini oleh pihak militer tidak memperburuk kerusakan seperti yang ditunjukkan oleh beberapa penelitian sebelumnya. Akan tetapi setidaknya dalam hal perlindungan dari ledakan, helm tersebut juga tidak banyak membantu. Penambahan pelindung wajah akan memperbaiki beberapa masalah, menurut laporan tim tersebut.

"Pelindung wajah banyak perperan dalam membelokkan daya dari gelombang ledakan dan tidak membiarkannya secara langsung menyentuh jaringan lunak," kata Radovitzky. "Kami tidak mengatakan bahwa ini merupakan desain terbaik bagi pelindung wajah, tapi kami mengatakan kita perlu melindungi wajah."

Untuk memvalidasi model tersebut, para peneliti di MIT dan di mana pun juga harus melakukan eksperimen di dunia nyata. Akan tetapi karya tersebut menunjukkan kelemahan utama pada helm yang digunakan saat ini.

"Helm ini tidak didesain untuk menghentikan tekanan gelombang dan tidak didesain untuk menghentikan peluru," tutur Albert King yang merupakan direktur Bioengineering Center di Wayne State University Detroit. "Seperti halnya helm American football tidak didesain untuk menghentikan geger otak tapi untuk menghentikan fraktur atau keretakan tengkorak."

Mendesain helm yang tahan ledakan membutuhkan pengetahuan lebih baik tentang apa yang terjadi dalam otak ketika disapu oleh ledakan. Para tentara yang mengalami ledakan acapkali menggambarkan angin atau gelombang yang membuat mereka melihat bintang-bintang. "Saya pusing," merupakan laporan yang biasa didengar.

Cedera otak traumatis "ringan" yang diakibatkan, tidak menyebabkan kehilangan kesadaran jangka panjang, dan pemindaian otak memperlihatkan hasil normal. Akan tetapi melabelkan cedera ini sebagai cedera ringan merupakan istilah yang tidak cocok, kata Douglas Smith yang merupakan direktur Center for Brain Injury and Repair di Universitas Pennsylvania di Philadelphia.

"Bukan ringan; terminologi itu membuat orang tersesat," tutur Smith. "Hal tersebut merupakan sesuatu yang serius yang bisa menyebabkan disfungsi berat."

Smith beserta para koleganya mengerjakan sensor yang bisa ditempatkan dalam helm atau kendaraan dan seperti alat pendeteksi radiasi yang dipakai oleh para pekerja di pabrik nuklir akan mengindikasikan eksposur terhadap daya ledakan yang dapat menyebabkan cedera otak. Sensor tersebut digambarkan dalam sebuah makalah yang akan diterbitkan di NeuroImage.

Walaupun sebuah sensor mengindikasikan eksposur terhadap daya ledakan, masih belum jelas bagaimana tepatnya daya tersebut menyebabkan trauma otak. Dalam kondisi sehari-hari, otak secara gampang dapat menahan sedikit tubrukan. "Jatuhkan diri anda ke kursi maka otak anda akan bergoyang seperti gel agar-agar," ujar Smith. Namun dalam kecepatan yang sangat tinggi, sel-sel otak bukannya melonggar tapi bisa retak dan pecah seperti kaca.

Efek jangka panjang dari sel-sel otak yang rusak ini sebagian besar tidak diketahui. Di samping sakit kepala kronis, pusing dan kesulitan mengingat kata-kata, penelitian menunjukkan bahwa ketika otak lumpuh walau hanya beberapa menit, cenderung menimbulkan depresi.

Scott Matthews yang merupakan seorang psikiater di Universitas California, San Diego, yang mempelajari cedera otak traumatis ringan pada para veteran, memperhatikan bahwa kausalitas tidak dapat dipastikan. Akan tetapi pada para tentara yang pernah terlibat dalam pertempuran, dia melihat depresi dua kali sesering pada orang-orang dengan cedera otak traumatis.

"Ada bukti yang kian banyak bahwa kehilangan kesadaran bisa mengubah otak," kata Matthews.

Membongkar penyebab serta efek dan mendesain eksperimen untuk menjelaskan cedera otak traumatis serta akibat buruknya tetap sangat menantang. Lagi pula menerjemahkan temuan-temuan signifikan tersebut ke dalam kebijakan yang berarti bisa sama sulitnya. Bahkan mengimplementasikan sesuatu yang sesederhana helm dengan pelindung wajah memiliki permasalahan, kata Smith.

"Bagaimana anda menyebarkan sesuatu yang seperti itu?" katanya. "Ada hal-hal praktis seperti masalah temperatur dan kemudian ada keinginan para tentara bisa bertemu dan bersalam-salaman di pedesaan tanpa terlihat seperti orang luar angkasa."

Penelitian tersebut dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences.

http://www.pnas.org/content/early/2010/11/15/1014786107.abstract
Read more

BAHASA TUBUH

Tips memahami beberapa bahasa tubuh - setiap gerak isyarat yang anda lakukan menggambarkan tentang diri anda.

Bahasa Tubuh
Foto: Flickr

Apakah anda melihat ke bawah ketika berbicara? Bermain-main dengan rambut anda? Condong ke satu sisi? Setiap gerak isyarat memiliki arti. Apa yang anda katakan kepada orang lain tak hanya direfleksikan melalui kata-kata yang keluar dari mulut anda, tapi juga melalui gerak isyarat serta gerakan yang anda lakukan dengan tubuh anda.

Kristin Appenbrink editor RealSimple.com mengungkap apa yang bahasa tubuh anda katakan mengenai diri anda, seperti yang dikutip dari CBS News (02/12/10).

Berdiri dengan kedua kaki merapat dianggap lebih merupakan cara berdiri yang konservatif. Hal tersebut mirip dengan seorang tentara yang berhadapan dengan perwiranya. Cara berdiri seperti ini biasanya menunjukkan rasa hormat.

Jika anda berdiri dengan kedua kaki terpisah sejajar bahu, anda memberikan sinyal kekuasaan dan kebulatan tekad. Untuk lebih meyakinkan lagi anda bisa menempatkan kedua tangan anda di pinggul. Ini merupakan posisi biasanya untuk kekuasaan dan seringkali digunakan ketika menegaskan sisi anda dalam sebuah perdebatan atau diskusi.

Cara anda menggerakkan tubuh anda merefleksikan sikap anda. Memindahkan berat tubuh anda dari kiri dan ke kanan atau dari depan ke belakang mengindikasikan bahwa anda gugup atau merasa kecewa. Pada dasarnya, ini merupakan representasi fisik terhadap apa yang sedang terjadi dalam kepala anda yaitu anda berada di antara banyak pikiran-pikiran yang mengganggu dan tak dapat berhenti bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.

Menyilangkan tangan serta kaki anda merupakan posisi defensif. Perhatikan di sekitar anda. Biasanya ini hanya berarti seseorang itu dingin. Banyak orang juga merasakan bahwa posisi ini nyaman.

Jari-jari kaki yang saling menunjuk ke arah dalam mengindikasikan bahwa anda sedang menutup diri karena anda merasa canggung atau gelisah. Namun, jika anda duduk tegap dengan bahu anda sejajar dan kepala anda tegak ke atas yang merupakan tanda-tanda posisi tubuh terbuka, kaki anda mungkin memberitahukan yang sebenarnya.

Membuka tangan anda dengan cara melebarkan tangan anda seperti sedang menolong mengambil baki dari tangan seseorang berarti anda terbuka dengan gagasan-gagasan baru yang ditawarkan. Mengarahkan telapak tangan anda ke bawah atau mengepalkan tangan anda menunjukkan bahwa anda memiliki posisi yang kuat yang mungkin tidak begitu fleksibel.

Menyembunyikan tangan anda di pangkuan, di dalam saku atau di belakang merupakan gerakan-gerakan menipu yang seringkali berarti anda sedang menyembunyikan sesuatu.

Menggigit kuku atau mencungkil-cungkil kulit ari merupakan tanda percaya diri yang rendah serta pemalu. Cobalah melipat kedua tangan anda menjadi satu dengan kedua jari telunjuk dikeluarkan agar supaya anda tidak mengorek-ngorek kuku anda. Anda nantinya akan nampak percaya diri.

http://www.cbsnews.com
Read more

Hipotesis Mahasiswa Ini Mematahkan Jawaban Profersornya


Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan".

"Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".

"Tentu saja," jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.

Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.

Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.

Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak.

Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.

Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Siapakah mahasiswa tersebut???



ALBERT EINSTEIN

 
source: http://april67.blogspot.com/2010/10/inilah-hipotesis-mahasiswa-misterius.html







Read more